SURABAYA – Komitmen SMP Negeri 41 Surabaya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang siswa semakin diperkuat. Melalui workshop pembinaan teknis Menuju Sekolah Ramah Anak (SRA) pihak sekolah menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal prestasi akademik, tetapi juga tentang perlindungan dan kebahagiaan anak di sekolah.

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah ini dihadiri oleh jajaran guru, staf kependidikan, serta perwakilan komite sekolah. Langkah ini merupakan bagian dari visi besar SMPN 41 Surabaya untuk menjadi garda terdepan dalam penghapusan perundungan (bullying) dan kekerasan di lingkungan pendidikan.

Untuk mendalami konsep SRA secara komprehensif, SMPN 41 Surabaya menghadirkan Bekti Prastyani, Ketua Asosiasi Pendidik Berperspektif Anak, sebagai narasumber utama.

Dalam paparannya, Bekti menekankan bahwa sekolah ramah anak bukan sekadar tentang fasilitas fisik yang memadai, melainkan tentang paradigma pendidik.
“Sekolah ramah anak dimulai dari hati para pengajarnya. Kita harus mengubah pola pikir dari ‘mengatur anak’ menjadi ‘mendampingi anak’. Anak bukan objek pendidikan, melainkan subjek yang memiliki hak untuk didengar dan dihormati martabatnya,” ujar Bekti di hadapan para peserta.

Pilar Utama Sekolah Ramah Anak
Dalam workshop tersebut, dibahas beberapa poin krusial yang akan segera diimplementasikan secara masif di SMPN 41 Surabaya, antara lain:
⦁ Disiplin Positif: Mengganti hukuman fisik atau verbal dengan konsekuensi yang logis dan membangun karakter.
⦁ Partisipasi Anak: Melibatkan siswa dalam pengambilan keputusan di sekolah, mulai dari tata tertib hingga kegiatan kesiswaan.
⦁ Lingkungan Aman & Inklusif: Memastikan tidak ada diskriminasi bagi siswa dengan latar belakang apa pun, termasuk anak berkebutuhan khusus.
⦁ Sarana Prasarana Berperspektif Anak: Penataan ruang kelas dan fasilitas umum yang menjamin keamanan dan kesehatan siswa.

Komitmen SMPN 41 Surabaya
Kepala SMP Negeri 41 Surabaya menyampaikan bahwa kehadiran narasumber sekaliber Bekti Prastyani memberikan wawasan baru bagi para guru dalam menangani dinamika remaja saat ini.

“Kami ingin orang tua merasa tenang saat menitipkan putra-putrinya di sini. Kami berkomitmen menjadikan SMPN 41 sebagai rumah kedua bagi anak-anak, di mana mereka bisa belajar tanpa rasa takut dan pulang dengan nyaman,” ungkapnya.

Leave a Comment